Saturday, November 4, 2017

ANGGARAN BIAYA PROYEK ALAT

Nama : Muhammad Fakhriy Fadhlih
NPM  : 1B415861
Kelas : 3IB02


1. Perancangan Light Detector Robot

       Pada praktikum mikroprosessor tahun 2016 lalu, saya mengerjakan proyek praktikum LDR. Light Detector Robot sendiri adalah alat atau robot yang dapat bergerak hanya dengan melalui sumber cahaya dengan menggunakan sensor yang berupa LDR (Light Dependent Resistance). Light Detector Robot ini dalam pengaplikasiannya sangat berguna bagi bidang industri. Perkembangan Light Detector sendiri dapat melakukan otomatisasi dalam trasportasi, platform bergerak untuk robot pada industri, eksplorasi tanpa awak, dan masih banyak lagi dalam pengembangannya.
    Komponen – komponen yang digunakan untuk pembuatan Light Detector Robot ini sangat sederhana di mana pada penelitian yang lalu bentuk dari Detector Robot itu sendiri menyerupai sebuah mobil. Bagian yang terpenting dalam menggerakkan robot ini adalah 2 LDR yang jika salah satu sensor terkena cahaya makan robot akan bergerak maju atau mundur. Sedangkan apabila kedua sensor terkena cahaya dan tidak terkena cahaya, maka robot akan diam. Untuk merealisasikan hal tersebut dapat terlaksana, maka dibutuhkan suatu “otak” dengan menggunakan mikrokontroler AT89C/S51. Mikrokontroler ini berfungsi sebagai sentral kontrol dari segala bidang aktifitas.
     Berikut gambar dari rangkaian dan bentuk Light Detector Robot :








Sebelum memulai proyek dari praktikum tersebut, berikut kalkulasi dari anggaran biaya yang akan dikeluarkan : 

No.
Komponen
Jumlah
Harga
(Rp)
Total Harga
(Rp.)
1.
Motor DC
2
25.000,-
50.000,-
2.
PCB Matriks
2
5.000,-
10.000,-
3.
Modul IC AT89C51
1
120.000,-
120.000,-
4.
IC L293D (Motor Driver)
1
12.000,-
12.000,-
5.
IC LM324
1
1.500,-
1.500,-
6.
LDR
2
5.000,-
10.000,-
7.
Kapasitor 33 pf
2
500,-
1.000,-
8.
Kapasitor polar 100 uf
1
750,-
750,-
9.
Resistor 1k
1
500,-
500,-
10.
Resistor 10k
2
500,-
1.000,-
11.
Resistor Variabel
1
500,-
500,-
12.
Kabel Male-Female
20
1.000,-
20.000,-
13.
Roda Mobil-Mobilan
2
5.000,-
10.000,-
14.
Akrilik 1 Lembar
1
20.000,-
20.000,-
15.
Spacer
20
1.000,-
20.000,-
TOTAL
265.250,-


          Anggaran biaya di atas tidak termasuk bahan-bahan dan peralatan dasar seperti timah, soldier, gunting, dan alat-alat lain untuk mengerjakan alat.


* Pengeluaran Biaya Proyek :


No.
Komponen
Jumlah
Harga
(Rp)
Total Harga
(Rp.)
1.
Motor DC
2
25.000,-
50.000,-
2.
PCB Matriks
2
5.000,-
10.000,-
3.
Modul IC AT89C51
1
120.000,-
120.000,-
4.
IC L293D (Motor Driver)
2
12.000,-
24.000,-
5.
IC LM324
1
1.500,-
1.500,-
6.
LDR
2
5.000,-
10.000,-
7.
Kapasitor 33 pf
2
500,-
1.000,-
8.
Kapasitor polar 100 uf
1
750,-
750,-
9.
Resistor 1k
1
500,-
500,-
10.
Resistor 10k
2
500,-
1.000,-
11.
Resistor Variabel
1
500,-
500,-
12.
Kabel Male-Female
20
1.000,-
20.000,-
13.
Roda Mobil-Mobilan
2
5.000,-
10.000,-
14.
Akrilik 1 Lembar
2
20.000,-
40.000,-
15.
Spacer
20
1.000,-
20.000,-
TOTAL
        309.250,-



           Dari perbandingan kedua tabel di atas (Anggaran dengan Pengeluaran) terjadi defisit sebesar Rp. 44.000,- . Hal ini dikarenakan, pada prakteknya terjadi kerusakan pada IC L2938D yang terbakar dan penambahan pada akrilik karena potongan yang tidak sesuai (Human Error).


2. Perancangan Inverter Modified Sine Wave DC to AC

       Inverter adalah suatu alat yang berfungsi untuk merubah besaran listrik DC (Direct Current) menjadi besaran listrik AC (Alternating Current). Rencananya, untuk Penulisan Ilmiah nanti, saya akan merancang inverter, di mana inverter yang saya buat nanti akan memiliki output gelombang Modified Sine Wave (berbeda dengan listrik PLN yang outputnya Sine Wave atau sinus murni). 
        Untuk itu, saya telah merancang anggaran biaya sebagai berikut :


No.
Komponen
Jumlah
Harga
(Rp)
Total Harga
(Rp.)
1.
Aki Motor Bekas 12V
1
50.000,-
50.000,-
2.
Transformator CT 5A Murni
1
140.000,-
140.000,-
3.
PCB Matriks
1
5.000,-
5.000,-
4.
Kabel Penghubung
30
1.000,-
30.000,-
5.
IC CD4017
1
4.000,-
4.000,-
6.
IC NE555
1
5.000,-
5.000,-
7.
IC 78L08
1
1.600,-
1.600,-
8.
Kapasitor 0,1uF
2
500,-
1.000,-
9.
Kapasitor 1nF
2
500,-
1.000,-
10.
Kapasitor Polar 10uF
1
750,-
750,-
11.
Resistor 10k
2
500,-
1.000,-
12.
Resistor 100 Ω
1
500,-
500,-
13.
Resistor 470 Ω
2
500,-
1.000,-
14.
Resistor 22k
2
500,-
1.000,-
15.
Resistor Variabel 500k
1
500,-
500,-
16.
Transistor IRFZ48
2
9.000,-
18.000,-
TOTAL
261.100,-



3. Perancangan Inverter Square Wave

          Sebelum memulai untuk merancang Inverter Modified Sine Wave, saya terlebih dahulu berencana untuk merancang Inverter Square Wave (gelombang kotak) karena rangkaiannya yang lebih sederhana. Adapun berikut rincian anggarannya :


No.
Komponen
Jumlah
Harga
(Rp)
Total Harga
(Rp.)
1.
Aki Motor Bekas 12V
1
50.000,-
50.000,-
2.
Transformator CT 5A Murni
1
140.000,-
140.000,-
3.
PCB Matriks
1
5.000,-
5.000,-
4.
Kabel Penghubung
30
1.000,-
30.000,-
5.
Transistor IRF540
2
4.000,-
8.000,-
6.
Resistor 10k
2
500,-
1.000,-
7.
Resistor 1k
2
500,-
1.000,-
8.
Kapasitor 1nF
2
500,-
1.000,-
9.
Dioda 1N4148
2
100,-
200,-
TOTAL
236.200,-



          Terlihat apabila proyek untuk merancang Inverter Square lebih murah dibandingkan untuk merancang Inverter Modified Sine Wave. Hal ini karena Inverter Square memiki rangkaian yang lebih sederhana sehingga tidak membutuhkan banyak komponen seperti halnya Inverter Modified Sine Wave.








Source :


Dokumen Pribadi.




Tuesday, October 10, 2017

CASH FLOW

Nama : Muhammad Fakhriy Fadhlih
NPM  : 1B415861
Kelas  : 3IB02






A. APA ITU CASH FLOW?

            Cash flow (Aliran Uang) adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
        Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana atau uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu :

a.      Fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.

b.      Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.

c.      Capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan  dengan jangka waktu relatif panjang.

          Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:

a.      Aliran kas awal ( Initial Cash Flow ) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar ( cash out flow ).

b.      Aliran kas operasional ( Operational Cash Flow ) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk ( cash in flow ) dan aliran kas keluar ( cash out flow ).

            Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja atau nilai sisa proyek lainnya yaitu penjualan peralatan proyek.


B. MANFAAT CASH FLOW

            Manfaat dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajemen, yaitu :

a.  Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.

b. Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.

c.   Membantu manager untuk mengambil keputusan kebijakan finansial.
Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya.



C. LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN CASH FLOW
            
Untuk menyusun estimasi clash flow yang benar, ada empat langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan cash flow, yaitu :

1.  Menentukan minimum kas.

2.  Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran.

3.  Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.

4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial dan budget kas yang final.

Adapun cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari :

Cash in flow, yaitu mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima, jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.

Cash out flow, yaitu berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan


Financing (pembiayaan), yaitu menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi defisit.



D. CONTOH CASH FLOW

Salah satu perusahaan pupuk di Indonesia, sebut saja PT A, merencanakan untuk pembangunan pabrik baru. Pabrik tersebut diharapkan dapat menambah efesiensi produksi PT A, dengan target pembangunan selama 11 bulan. Jika kas awal perusahaan sebesar Rp 100.000.000, dan bunga peminjaman 2% per bulan, buatlah aliran cash flownya!


* Tabel Cash Flow













Maka, Laba perusahaan :

* Kas Akhir Proyek = Rp 880.000.000,-

* Kas Awal Proyek  = Rp 100.000.000,-

* Laba Perusahaan  = Rp 780.000.000,-











source : 

https://mfahrulrozi14.wordpress.com/2016/10/04/aliran-uang-cash-flow-dan-penyusunannya/

http://nurrachmad.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/40892/Pengantar+Ekonomi+dan+manajemen+1+per+temuan+1+%26+2.pdf

https://www.scribd.com/doc/102370346/Cash-Flow-Proyek-Konstruksi

http://fe.petra.ac.id/files/files/EK4212_ch12.pdf